#4R1A

Book Review | The Chronicles of Audy : 21

Agustus 06, 2016


“Be who you are and say what you feel, because those who mind don’t matter and those who matter don’t mind.” –Dr. Seus



[Diikutkan dalam kontes review Seri Audy]

Judul                            : The Chronicles of Audy: 21
Penulis                         : Orizuka
Penyunting                  : Tia Widiana
Cover dan ilustrasi     : Bambang 'Bambi' Gunawan
Proofreader                : NyiBlo
Penerbit                      : Haru
ISBN                             : 602-774-237-2
Jumlah Halaman        : 308 halaman
Cetakan pertama, Juli 2014

*************************************************************************

Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti,
tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali
setelah memberiku titel baru: ‘bagian dari keluarga’.

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka,
pada suatu siang, salah seorang dari mereka
mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan,
terjadi sesuatu yang tidak pernah
terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.


Begitu membaca sinopsis di back cover, radar ke-kepoanku langsung menuju puncaknya. Siapa? Siapa yang mengungkapkan perasaannya pada Audy? Apakah orang yang aku pikirkan?

Aku bahkan berani bertaruh, para shipper pasti langsung mengaktifkan antenna ke-kepoannya.

“Setelah Audy pergi, kami langsung sadar kalau kehadiran Audy sangat penting bagi kami. Bukan sebagai pembantu ataupun babysitter, tapi sebagai….. bagian dari keluarga.”

Itu yang dikatakan Regan pada orangtuanya Audy. Namun demikian, hal itu membuat tanda tanya besar bagi Audy. Sebenarnya arti “bagian dari keluarga itu apa, sih?”

Dengan bujuk rayuan 4R, Audy akhirnya kembali ke rumah 4R. Regan berjanji akan menjaga Audy seperti menjaga adik-adiknya. Romeo akan meminjamkan laptop. Rex akan membantu skripsinya Audy. Sementara Rafael, dia akan memakai baju dan sepatu sendri. So Sweet…..

Hubungan Audy dengan 4R memang menjadi lebih akrab, setelah kejadian ‘percobaan pembunuhan’ yang dilakukan oleh Audy tanpa sengaja. Yah, meski –entah sadar atau tidak– mereka masih memperlakukan Audy seperti pembantu, tapi setidaknya sudah tidak setragis dahulu.



“Selama sebulan tinggal di rumah ini, terjadi banyak hal yang mengubah hidupku. Empat cowok yang awalnya kuanggap menyebalkan, lama-kelamaan merebut hatiku dan membuatku berbalik menyayangi mereka. Mereka bahkan membuat berbagai kesepakatan menyentuh dengan orangtuaku sehingga aku diizinkan tinggal di sini sampai skripsiku selesai.”

“Kalau Rafael berbuat salah, aku memiliki andil di dalamnya. Daripada membela atau menyalahkannya, aku harus melakukan sesuatu untuk membuatnya paham mana yang benar, dan mana yang salah. Sebentar. Sebuah bohlam seperti menyala di kepalaku. Mungkinkah…… ini arti ‘bagian dari keluarga’?”


Akhirnya Audy serasa mendapat sebuah misi baru; mendidik Rafael supaya kembali ke jalan yang benar, ke jalan yang seharusnya dilalui oleh balita seusianya.

Bicara soal skripsi, Audy -ehem- masih saja struggle. Bahkan untuk satu buah kalimat untuk membuat judul, tak kunjung ditemukannya. *Aku memahamimu kok, Dy*
Boleh dibilang, Audy terlena. Kondisi perekonomian keluarganya membaik. Ia tidak perlu memikirkan uang kos dan uang makan.
Karena itu, Rex jadi semakin gencar meneror Audy dengan pertanyaan “Skripsi?”

Percayalah padaku, kata 'S' itu adalah kata paling terlarang untuk diucapkan ketika kita sedang struggle mengerjakan skripsi.


“Ramalan untuk Virgo bulan ini. Asmara : akan ada perkembangan berarti.”
“Oke, oke. Asmara : di persimpangan jalan.”


Jadi kira-kira, siapa dan siapa yang akan ada perkembangan berarti. Lalu, siapa yang ada di persimpangan jalan?

Oh iya, Audy mengubur rasa sukanya pada Regan. Itu karena Regan memiliki tunangan supercantik bernama Maura, yang kini tengah koma di rumah sakit. Maura koma selama 2 tahun, gara-gara kecelakaan mobil yang pada akhirnya menewaskan kedua orangtua Rashad bersaudara.
Meski begitu, Regan tetap setia menunggu Maura. So sweet.

Nah, masalah baru mulai muncul di suatu siang, ketika Audy mengangkat jemuran. Salah satu di antara 4R menghampirinya lalu mengatakan sesuatu yang membuat Audy terkejut bukan main.


“Aku suka kamu.”
“Kamu nggak mungkin serius.”
“Memang aku pernah nggak serius?”


Semenjak itu, Audy jadi kewalahan sendiri. Maksudnya, ia tidak pernah ditaksir oleh orang yang tinggal seatap dengannya. Selain itu, dia tidak menunjukkan tanda-tanda sedang kasmaran dengan Audy atau bagaimana. Sikapnya tetap santai seperti biasanya.


“Kamu…… terlalu banyak makan oksigen.”


Bukankah biasanya orang yang sedang jatuh cinta akan menunjukkan gejala-gejala yang aneh, seperti suka senyum-senyum sendiri, misalnya? Bahkan orang itu tidak meminta jawaban dari Audy.

Audy jadi bingung. Dia sangsi apa benar orang itu menyukainya. Jangan-jangan, dia hanya salah minum obat atau apa.

Sebuah keajaiban terjadi. Semua orang senang, Audy juga. Tapi anehnya, hanya dia yang tidak tersenyum. Karena, semenjak keajaiban itu terjadi, orang itu menjadi………. berbeda. Perhatiannya ke Audy perlahan mulai berkurang. Dan itu, membuat Audy diserang perasaan aneh. Padahal dia jelas-jelas sudah menolak orang tersebut.


Missy manggut-manggut. “Mungkin dia lagi bingung. Dia kan lagi di persimpangan.”

“Jadi dia sedang berada di persimpangan. Jalan mana yang akan dipilihnya? Aku tidak tahu, dan entah kenapa, aku takut untuk tahu.”

“Kamu cemburu?” tanyanya, membuatku nyaris bergidik.


Lalu, Audy harus menghadapi satu kenyataan pahit. Di saat hatinya belum tertata dengan sempurna (dia masih bingung dengan perasaannya setelah penembakan itu), dia harus keluar dari rumah itu karena satu dan lain hal.

Novel ini adalah novel kedua dari tetralogi The Chronicles of Audy, setelah 4R. Di cover, diperlihatkan Audy sedang duduk sambil menerawang, di atas sebuah kapal dengan angka 21 dan 4 bendera bergambar 4R. Pasti sudah tahu dong kenapa 21? Itu adalah nomor rumah 4R.

Di seri ini, #TeamRomeo dan #TeamRex semakin gencar beraksi dan bertambah massa. Karena Regan sudah pasti terdepak dari shipping-shipping-an ini.

Kalau di novel pertama lebih mengenalkan tentang 4R1A, di novel ini lebih ke pendalaman karakter masing-masing tokoh. Terutama yang paling kentara adalah Romeo dan Rex.
Ternyata alasan Romeo selama ini tidak keramas atau mandi –eh Romeo keramas dan mandi kok, cuma pas malam, jadi banyak yang nggak tahu. Kalau urusan keramas, Romeo juga keramas, tapi pakai sabun bayi. Karena dia fobia sampo.
Dari sini juga aku tahu kalau Romeo ini orangnya sentimentil dan perasa, and it’s just like me. Di balik sikap santainya itu, ternyata dia orang yang selalu bernostalgia dengan kenangan lama, terutama menyangkut orangtuanya. Benar-benar manis sekali.

Ini kata-kata Romeo yang aku suka.


"Peran antagonis nggak selalu jelek kok, Au," katanya lagi sambil bangkit dan melangkah keluar bathtub. "Kalau nggak ada Covenant di Halo, nggak ada pahlawan, kan?"
Analogi yang tidak biasa, tapi ada benarnya.
"Lagian, kita kan nggak tahu kenapa mereka bisa begitu," lanjut Romeo.
"Kalau dari sisi mereka, bisa aja kita yang antagonis."


Kalau Rex, jangan ditanya. He’ll always be my favorite!
Dengan sikapnya yang misterius itu, sebenarnya dia perhatian (terutama dengan kakak-adiknya). Hanya saja caranya yang berbeda dengan orang kebanyakan.
Oke, dia genius. Sampai kapan pun, rasanya sulit bagiku untuk mengerti jalan pikir orang genius sepertinya.

Oh iya, kita juga bisa mengetahui sisi lain Rafael. Meski kadang sok cuek, sebenarnya dia juga memiliki hati nurani yang mulia. Aku gemas sendiri waktu membaca bagian Rafael yang berlatih menyanyikan lagu anak-anak. Untuk anak yang lebih memilih menyanyikan ‘Call Me Maybe’ daripada lagu ‘Bintang Kecil’, perkembangan ini luar biasa pesat untukku. Apalagi mendapati Rafael tertarik mendengar lagu anak-anak yang lainnya. Duh…. manisnya.

Dan, ini adalah seri Audy yang paling aku sukai. Alasannya? Ya…. karena sisi lain Rex terungkap di sini. Juga karena Rex mendapat lebih banyak spotlight ketimbang di #Audy4R.

“Kamu tahu….. dia suka sama kamu, kan?” tanya Maura.
Aku menggeleng. “Dia nggak tahu perasaannya sendiri.”
Maura mengerutkan kening. “Dia, atau kamu?”

Salut buat Mbak Orizuka yang konsisten menjaga karakter tiap tokoh. Juga dengan dialog-dialog maupun monolog Audy yang lagi-lagi bikin terjengkang.

Serius, dari sekian banyak novel yang pernah aku baca, baru kali ini aku menemukan yang seperti ini. Kalau kata G-DRAGON; One of a kind.

Dan, #TCoAseries ini adalah novel Kak Orizuka favoritku. The Real Masterpiece.
It’s not like I’m boasting or something, but it’s reality.

Beberapa quote favoritku di novel ini.


“Kamu terlalu luas untuk dijelaskan secara singkat.”

"Love is the desire for perpetual possession of the good. Kata Plato."

"Kamu adalah entitas yang jadi kelemahan sekaligus kekuatanku; yang membuatku merasa hidup."


Sama seperti pendahulunya, novel ini masih menghadiahkan bookmark menarik.

See? Wajarlah jika banyak yang berharap bisa mengoleksi seluruh bookmark. *Me too*

Warna pinggiran novel untuk #Audy21 ini adalah biru.
Segar. Sesegar air yang ada di lautan.







 4.75 / 5.00  for this amazing novel ^_^


You Might Also Like

0 komentar

Subscribe



Dhea on Wattpad