Before The Dawn

[FanFiction / FF / FanFic] Before The Dawn - Chapter 6 [Final]

Mei 28, 2016






“Ah, jadi peramal itu kalian semua yang merencanakan? Ah~~ Pabo. Kenapa aku bisa terjebak dalam rencana kalian.” Keluh Woohyun.

“Ya~~ Kenapa kalian tidak menceritakannya padaku?” ucap Sungyeol.

“Dengan begitu Woohyun akan percaya, dan rencana kita akan berjalan lancar.” Ucap Myungsoo.

“Lalu bagaimana dengan orang yang di taman?” tanya Woohyun.

“Mereka adalah orang yang kita bayar.”  Ucap Sungkyu.

“Kau harus berterima kasih kepada kita.” Ucap Sunmi.

“Noona, aku tidak tahu harus berkata apa. Kau memang calon kakak ipar terbaik.” Ucap Woohyun.

“Aku masih tidak mengerti dengan apa yang kalian katakan.” Ucap Nami.

“Sudahlah, tidak usah terlalu dipikirkan. Eh, kau yang bernama Hoya?” tanya Sunmi.

“Ne.” Jawab Hoya.

“Kau tidak keberatan ‘kan jika adikku bersama dengan Woohyun?”

“Selama Nami bahagia, aku akan mendukungnya.” Ucap Hoya.


Sore harinya ...................
Woohyun dan Nami berjalan – jalan di sekitar sungai Han sambil terus bergandengan tangan. Seakan tak ada yang bisa memisahkan mereka.

“Nami-ya, kita duduk sebentar.”


Nami mengangguk.

“Hmm.... Pemandangannya indah.” Ucap Woohyun.

“Ne...”

“Nami-ya”

Karena namanya dipanggil, Nami mengarahkan pandangannya ke Woohyun.

“Aku tidak tahu jika kau menyukaiku sejak lama. Aku juga tidak tahu jika rasa cintamu padaku begitu besar.”

“Aish. Hajima.” Ucap Nami.

“Oh, pipimu merah. Kau malu mengakuinya?”

“Ah~~ Andwae. Keuge aniya. Kau juga menyukaiku sejak lama. Tapi kenapa baru sekarang kau mau mengatakannya.”

“Mianhae. Aku terlalu takut untuk merusak hubungan pertemanan kita. Aku takut jika kau menolakku, aku akan kehilanganmu.”

“Pabo!! Apa kau tidak pernah merasa jika aku menyukaimu? Aku sudah menunggumu bertahun – tahun. Pabo!!”

“Mianhae.” Ucap Woohyun kemudian mencium pipi Nami.

Nami tampak kaget.

“Sekarang kau mau memaafkanku ‘kan?”

Nami jadi malu.

“Eh, kata Hyena kau telah membelikan kado untukku. Mana? Kau tidak memberikannya padaku?”

“Ah, ss...se...sebenarnya...”

“Mwohae?”

“Aku lupa membawanya.”

“Mwo??”

“Mianhae... aku akan memberikannya setelah kita sampai rumah.”

“Shireo! Aku ingin sekarang.”

“Ya~~ Ireojima.”

Woohyun kemudian memasang wajah cemberut.

“Woohyun-ah~~” ucap Nami sambil mencium pipi Woohyun.

“Mwohae?” ucap Woohyun yang terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

“Seonmul.” Ucap Nami.

“Aish~~ Kau ini.”

“Rasanya aku ingin setiap hari bisa bersandar padamu. Rasanya hangat.” Ucap Nami.

“Baiklah. Kau boleh melakukannya. Aku juga ingin setiap hari bisa terus bersamamu sampai akhir.”

Mereka berdua pun menghabiskan waktu berdua di sekitar sungai Han sambil menyaksikan matahari yang mulai terbenam.

~~~Selesai~~~






You Might Also Like

0 komentar

Subscribe



Dhea on Wattpad