Before The Dawn

[FanFiction / FF / FanFic] Before The Dawn - Chapter 4

Maret 08, 2016

”Nami-ya! Kajja!”

”Woohyun-ah! Kau tahu darimana aku  akan pulang?”

”Sudah kau tidak perlu tahu itu. Aku tadi yang mengantarmu ke kampus, jadi aku juga yang harus mengantarmu ke rumah.”


Beberapa saat kemudian....................
”Woohyun-ah, ini bukan jalan menuju rumahku. Kita mau ke mana?”

”Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Tidak keberatan ’kan?”

Setelah beberapa saat mengayuh sepedanya, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.

”Kita sudah sampai.”

”Dulu aku pernah berjanji padamu jika kau memenangkan olimpiade matematika, aku akan mengajakmu melihat laut. Maaf aku baru bisa memenuhi janjiku sekarang. Gwaenchanhi?” tanya Woohyun.
Tidak ada respon dari Nami.

”Nami-ya~~~”

”Ne?” ucap Nami sedikit terkejut.

”Wae geurae? Anjohayo?”

”Ani~~ Nan johayo... neomu neomu joha. Woohyun-ah, gomawo~” ucap Nami senang.

Sedari dulu Nami sangat suka melihat laut, bermain – main air di sekitarnya.  Hari itu dihabiskan mereka berdua main air sepuasnya di sana, bahkan mereka bisa melihat sunset.

”Yeppeunna~~” ucap Nami kala melihat sunset.

”Kau pasti sudah lapar. Kajja!”

”Ne?” Nami terkejut karena tiba – tiba Woohyun menarik tangannya.


Sesampainya di sebuah rumah makan......................
”Ahjumma~~ Tolong berikan kami 2 porsi bibimbap dengan tambahan udang.” ucap Woohyun.

”Kau masih ingat.............”

”Keuromyeon. Dulu kau suka membuatkanku bibimbap udang sebagai bekal makan siang di sekolah. Karena itulah aku berkesimpulan itu makanan kesukaanmu.”

”Woohyun-ah, boleh aku katakan sesuatu padamu?”

”Malhae....”

”Sashil, apa yang terjadi padamu? Apa kau sedang sakit? Kenapa 3 hari belakangan kau begitu perhatian padaku?”

”Apa itu mengganggumu?”

”Aniyo keuronggo. Hanya saja, aku masih belum terbiasa dengan perubahan sifatmu ini.”

”Aku hanya ingin hubungan kita sedekat ketika SMA dulu.”

”Lantas kenapa sewaktu kita kuliah, kau sudah tidak pernah menghubungiku lagi? Kau juga tidak pernah main ke rumahku lagi. Kau terkesan tidak mempedulikanku.”

”Itu karena..........”

”Aedeul-ah, nikmatilah.” ucap ahjumma.   

”Nami-ya, makanannya sudah siap. Ayo kita makan dulu.”

”Nami-ya, kau harus banyak makan. Lihatlah tubuhmu itu, semakin hari semakin kurus saja.”

”Jadi kau selama ini memperhatikanku juga?”

Mendengar ucapan Nami, Woohyun tersedak karena terkejut.

Melihat itu, Nami hanya bisa tersenyum geli.

Selesai makan.................

”Nami-yah, lusa kau ada waktu?”

”Wae?”

”Karena lusa hari libur, maukah kau pergi ke suatu tempat denganku?”

”Eodi?”

”Aku ingin berkemah.”

”Berkemah?”

”Iya... Bukankah dulu kau ingin sekali aku ajak berkemah?”

”Ehm... baiklah... Tapi apa hanya kita berdua saja?”

”Aniyo.. Aku mengajak teman – temanku. Kau bisa mengajak Hyena kalau mau.”

”Ok...”

”Besok kita berangkat sekitar jam 4 sore. Segala urusan akan aku urus. Yang penting kau harus sudah siap besok jam 4 sore. Aku akan menjemputmu di rumahmu.”

*********** ********* ***********

Nami sedang berada di sebuah cafe bersama Hyena. Kebetulan Hoya dan Dongwoo juga sedang ada di cafe tersebut. Hyena pun mengajak Hoya dan Dongwoo untuk bergabung bersama mereka.

”Hyena-ah, ada yang ingin aku katakan padamu.”

”Malhae....”

”Kemarin Woohyun mengajakku untuk berkemah, dan aku mengiyakannya.”

”Lantas?”

”Maukah kau ikut bersamaku? Woohyun mengajak teman – temannya, rasanya tidak enak kalau aku perempuan satu – satunya di sana.”

”Kapan berangkat?”

”Nanti jam 4 sore.’

”Mwo? Nanti jam 4 sore? Kenapa tidak dari kemarin kau memberitahuku? Jadi aku bisa menyiapkan semuanya.”

”Jadi kau mau?”

”Tentu saja.”

”Eh, kalian tidak mengajak kami?” tanya Hoya.

”Kalian juga mau ikut?” tanya Nami.

”Tentu saja. Aku belum pernah berkemah sebelumnya.” ucap Dongwoo.

”Baiklah. Nanti sebelum jam 4 kalian harus sudah berada di rumahku.” ucap Nami.


Beberapa saat kemudian...............
Nami mengajak Hyena mencari kado untuk Woohyun.

”Eh, apa kau tidak mencurigai sesuatu?” tanya Hyena.

”Curiga apa?”

”Besok ’kan ulang tahun Woohyun, dan dia mengajakmu untuk berkemah. Jangan – jangan....”

”Jangan – jangan apa?”

”Ah,  aniyo.”

”Hyena-ah~~ Jangan membuatku takut begitu.”

”Aniya..... Karena terlalu sering menonton drama jadi bayanganku tak karuan seperti ini. Sudahlah, ’kan ada aku. Kau tidak usah khawatir.”

*********** ********* ***********

Semua persiapan telah selesai dilakukan. Woohyun dan teman – temannya bersiap untuk menjemput Nami. Tak lupa Sungjong juga ikut.

”Nami-ya, kau sudah siap?” tanya Woohyun ketika sampai di rumah Nami.

”Woohyun-ah, selain Hyena ada dua orang lagi yang ingin ikut. Boleh ’kan?”

”Nuga?”

”Aku dan Dongwoo hyung.” ucap Hoya dari arah belakang.

Sempat ragu – ragu, akhirnya Woohyun mengiyakan.

”Sekarang Hoya bukan lagi sainganmu. Nami tidak menyukainya, jadi kau tenang saja.” batin Woohyun.

Dongwoo dan Hoya berada satu mobil dengan Sungjong, Sungyeol, dan Myungsoo. Sementara Woohyun, Nami, Sungkyu, dan Hyena berada di mobil satunya.

”Eh, bolehkah aku duduk di belakang bersama Hyena?” ucap Nami saat hendak masuk ke dalam mobil.

”Ani, kau dan Woohyun yang duduk di belakang. Biar Hyena yang duduk di depan.” ucap Sungkyu.

”Kenapa begitu?” tanya Hyena.

”Keberatan duduk di sebelahku” tanya Sungkyu.

”Ani. Baiklah kalau begitu.” ucap Hyena.

Woohyun hanya bisa tersenyum kecil sedari tadi. Memang dialah yang telah merencanakan ini. Tujuannya apalagi kalau bukan supaya dia bisa duduk dekat dengan Nami.  

Sepanjang perjalanan menuju tempat berkemah, Woohyun banyak bercerita tentang masa lalu mereka ketika SMA bersama Nami. Bagaimana mereka pertama kali bertemu dulu dan sampai sekarang mereka kuliah.

“Ya~~ Apa kau masih ingat bagaimana kita akhirnya bisa menjadi teman akrab?” tanya Woohyun.

“Keuromyeon. Waktu itu aku menjadi murid pindahan di sekolahmu. Ada sekelompok laki – laki yang tiba – tiba saja menggangguku ketika pulang sekolah. Lalu kau menolongku.” Ucap Nami.

“Syukurlah kau masih ingat. Sejak saat itulah kita menjadi akrab. Kau ingat aku pernah mengajakmu untuk diam-diam pergi meninggalkan pelajaran?” tanya Woohyun.

“Tentu saja aku ingat. Semenjak kecil, aku tidak pernah melakukan hal seperti itu. Anehnya aku mau saja saat kau mengajakku.”

“Lalu kita pergi ke laut. Sampai malam tiba, dan akhirnya kita berdua dimarahi orang tua kita.”
Begitulah, mereka bernostalgia dengan masa-masa SMA mereka. Hingga tak terasa telaha sampai di tempat tujuan. Sebuah campsite yang di belakangnya dialiri oleh sungai Han. Sesuai namanya, di tempat ini banyak tenda – tenda yang disewakan. Untung saja Woohyun telah menyewa 3 tenda.

“Ja! Sekarang kita telah sampai. Tenda kita berada di paling ujung sana. Nami, kau satu tenda dengan Hyena. Dongwoo, Hoya, kau satu tenda dengan Sungyeol dan Myungsoo. Sementara aku, Woohyun, dan Sungjong akan berada dalam satu tenda.” Ucap Sungkyu.

“Ini pertama kalinya aku berkemah.” Ucap Hyena.

“Jinjja?” tanya Nami.

*********** ********* ***********

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe



Dhea on Wattpad